Ujian Hidup
Seorang teman di seberang pulau minta didoakan..Supaya bisa bersabar menjalani ujian hidup..Ujian yang entah kapan 'berakhir'..
Teman itu sudah hampir 5 tahun menikah,tapi tak kunjung diberikan keturunan.Berbagai upaya medis sudah mereka lakukan.Selain 'bergulat' dengan rasa sepi dan naluri seorang perempuan yang rindu akan hadirnya seorang anak, cobaan yang dirasa lebih berat adalah menghadapi pertanyaan orang.
"Kadang aku suka sebel,orang-orang itu sebenernya punya empati apa enggak sih..Harusnya gak pake nanya, mereka bisa ngerti..Gue udah mau 5 tahun nikah pasti ada masalah buat punya anak secara natural kalau sampe sekarang gue belum hamil "
"Rasanya gue pengen nabokin mulut orang yang ngebandingin gue dengan si anu,yang katanya baru nikah sebulan tapi 'tokcer',sedangkan gue ???? " ( Kesian atuh Neng kalo ditabokin mah..)
"Sekarang gue paling males kalo ada acara kumpul-kumpul, kondangan..Males ngadepin pertanyaan nyinyir orang-orang"
" Tiap kali ngedenger ada yang hamil atau melahirkan gue sering diam-diam nangis..Gue iri..Kenapa mereka dikasih kesempatan untuk itu sedangkan gue enggak ???"
" Kadang kalau lagi bener-bener mumet, gue suka mikir..Jangan-jangan masyarakat kita melihat,mendingan orang yang MBA dibanding gue yang gak punya anak " ( Aduuuuh Neng..naudzubillah min dzalik..engga gitu atuuuh )
" Suka sebel kalo baca blog orang yang melulu nyeritain anak-anaknya..Buat gue mereka seperti pamer apa yang gue gak punya " ( Uuuups..blog saya bukan ya? )
"Gue suka sebel kalo orang bilang : sabar..sabar..sabar..Mereka gak pernah ngerasain gimana yang sebenernya!"
Allah tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.. (QS 2:286)
Karena sesuangguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan,sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.. ( QS 94:5-6 )
Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan ( QS 18: 46)
Maaf ya,Neng..kalau aku juga cuma bisa bilang : bersabarlah..Bercerminlah dari sahabat Abdullah bin Umi Maktum yang buta, yang bertekad : Mata yang buta ini akan mengantarkan saya ke surga-Nya..
Teman itu sudah hampir 5 tahun menikah,tapi tak kunjung diberikan keturunan.Berbagai upaya medis sudah mereka lakukan.Selain 'bergulat' dengan rasa sepi dan naluri seorang perempuan yang rindu akan hadirnya seorang anak, cobaan yang dirasa lebih berat adalah menghadapi pertanyaan orang.
"Kadang aku suka sebel,orang-orang itu sebenernya punya empati apa enggak sih..Harusnya gak pake nanya, mereka bisa ngerti..Gue udah mau 5 tahun nikah pasti ada masalah buat punya anak secara natural kalau sampe sekarang gue belum hamil "
"Rasanya gue pengen nabokin mulut orang yang ngebandingin gue dengan si anu,yang katanya baru nikah sebulan tapi 'tokcer',sedangkan gue ???? " ( Kesian atuh Neng kalo ditabokin mah..)
"Sekarang gue paling males kalo ada acara kumpul-kumpul, kondangan..Males ngadepin pertanyaan nyinyir orang-orang"
" Tiap kali ngedenger ada yang hamil atau melahirkan gue sering diam-diam nangis..Gue iri..Kenapa mereka dikasih kesempatan untuk itu sedangkan gue enggak ???"
" Kadang kalau lagi bener-bener mumet, gue suka mikir..Jangan-jangan masyarakat kita melihat,mendingan orang yang MBA dibanding gue yang gak punya anak " ( Aduuuuh Neng..naudzubillah min dzalik..engga gitu atuuuh )
" Suka sebel kalo baca blog orang yang melulu nyeritain anak-anaknya..Buat gue mereka seperti pamer apa yang gue gak punya " ( Uuuups..blog saya bukan ya? )
"Gue suka sebel kalo orang bilang : sabar..sabar..sabar..Mereka gak pernah ngerasain gimana yang sebenernya!"
Allah tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.. (QS 2:286)
Karena sesuangguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan,sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.. ( QS 94:5-6 )
Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan ( QS 18: 46)
Maaf ya,Neng..kalau aku juga cuma bisa bilang : bersabarlah..Bercerminlah dari sahabat Abdullah bin Umi Maktum yang buta, yang bertekad : Mata yang buta ini akan mengantarkan saya ke surga-Nya..




