Thursday, August 31, 2006

Nong.....

Sore tadi,di taksi sebuah sms masuk, dari Hany mengabarkan kamu pingsan dan dibawa pake ambulans ke rumkit. Cindy dan Ummi di rumah jaga Zidan dan Syifa. Yang ada di pikiranku saat itu kamu cuma pingsan biasa,seperti pingsan yang aku alami waktu upacara bendera di sekolah dulu..

Tapi, 45 menit kemudian Hany mengabarkan di telpon kalau kamu belum sadar juga. Aaah, hatiku langsung resah. Pasti ada yang lebih serius dari sekedar pingsan 'biasa'..

Kukabarkan berita ini kepada suami, dan kami pun meluncur ke NUH, ICU ward 26 tempat kamu sekarang berada. Dan seakan mimpi, melihat dari luar pintu bahwa itu benar-benar kamu yang sedang terbaring dinyatakan koma, hari ini, tepat di hari ulang tahuan Syifa anakmu :(

Ternyata sore tadi, tiba-tiba nafas kamu sesak.Asma kamu kambuh, dan kamu pun jatuh pingsan di pangkuan Ummi. Zidan menangis kencang, Ummi menyuruh Mbak PLRT yang saat itu sedang menyetrika di rumahmu untuk mencari nomor telpon ambulans. Bersamaan itu Zidan menelpon suamimu untuk pulang dari kantor..

Akhirnya ambulans datang, tetapi rupanya ada jeda waktu sekitar 30 menit kamu kehilangan supply oksigen ke otak. Detak jantungmu sempat tak terdengar

Alhamdulillah,setelah mendapatkan pertolongan medis di RS,sampai saat tadi aku meninggalkan NUH, detak jantungmu sudah mulai stabil. Ummi yang sempat masuk ruangan bilang kalau kondisi kamu dibandingkan awal-awal pingsan sudah jauh lebih baik. Badan tidak lagi dingin dan biru..

Nong, Allah pasti akan memberikan yang terbaik buat kamu, dan semoga kamu cepat sadar,cepat pulih lagi ya..Kita ceting lagi,sms-an , blogwalking,tuker-tukeran resep (tepatnya, aku yang nanya resep mulu sama kamu).. Atau..atau..nanti kita kumpul-kumpul lagi di rumah Jeng Modi,ngobrol dari alpuket mentega sampe ke telor muda sambil mengganyang puluhan tusuk sate kulit bikinannya..
SMS kamu kemarin masih aku ingat, minta dibawain tahu gejrot sama lemper ayam buat acara kumpul-kumpul Sabtu besok.. Mau berapa banyak lempernya, Nong??

Nong, kami semua sayang sama kamu.......Berjuanglah, Nong..

Monday, August 28, 2006

Makansutra : QIJI

Entah kenapa, berapa hari ini lidahku lagi 'tercemar' sama makanan Singapura. Kepinginnya makan mee rebus melulu..Tanda-tanda akan ganti passport?? Huahuahua..jangan deh,ih

Baru 2 tahun belakangan ini saja aku bisa 'menikmati mee rebus, mee siam, laksa,tulang merah,popiah. Apalagi sejak ada QIJI yang sudah bersetifikat halal dari MUIS.Dan cihuinya di Century Square deket rumah ada salah satu cabangnya..Kayaknya semua makanan disitu enak-enak deh.

Padahal sebelumnya, sama mee rebus aku anti banget. Mee kuning segede-gede bagong, disiram pake kuah kentel. Tapi di QIJI ini lain..Rasa tauconya kerasa, seger kalo dikucuri limau dan kalo mau pedes, tinggal ngeletus ( duuh bahasa mana coba) irisan cabe ijonya..

Laksanya juga slrrrp banget..Kuah santannya gak bikin neg. Coba deh..

Saturday, August 26, 2006

Dance with My Father

Beberapa hari yang lalu terima sms dari adek iparku. Guru SMA kami,pembina Pramuka di Cirebon baru saja meninggal dunia,setelah beberapa bulan sebelumnya aku mendengar kabar kalau beliau sakit gagal ginjal, sakit yang sama dengan almarhum Bapak...

Aaah, tiba-tiba jadi ingat Bapak..Ingat masa kecil..Sebagai si bungsu,anak perempuan yang kelahirannya ditunggu setelah 7 tahun kelahiran kakak lelakiku satu-satunya, aku merasa perhatian yang diberikan oleh orang tua sangat istimewa buatku. Terasa kalau mereka selalu ingin memberikan yang terbaik,walaupun ketika gak punya duit sekalipun..

Bertahun-tahun berlalu,dan sudah hampir 2 tahun Bapak pergi,kenangan manis tak akan pernah berlalu dari ingatan..Kangen dipanggil Nok sama Bapak :((

Semoga Allah melapangkan kuburmu,Pak.....

Dance With My Father
Luther Vandross

Back when I was a child, before life removed all the innocence
My father would lift me high and dance with my mother and me and then
Spin me around 'til I fell asleep
Then up the stairs he would carry me
And I knew for sure I was loved
If I could get another chance, another walk, another dance with him
I'd play a song that would never, ever end
How I'd love, love, loveTo dance with my father again
When I and my mother would disagree
To get my way, I would run from her to him
He'd make me laugh just to comfort me
Then finally make me do just what my mama said
Later that night when I was asleep
He left a dollar under my sheet
Never dreamed that he would be gone from me
If I could steal one final glance, one final step, one final dance with him
I'd play a song that would never, ever end
'Cause I'd love, love, love
To dance with my father again
Sometimes I'd listen outside her door
And I'd hear how my mother cried for him
I pray for her even more than me
I pray for her even more than me
I know I'm praying for much too much
But could you send back the only man she loved
I know you don't do it usually
But dear Lord she's dying
To dance with my father again
Every night I fall asleep and this is all I ever dream

Thursday, August 24, 2006

Lemper Ayam


Kenyang ngomongin cinta, sekarang ngomongin urusan perut aah :). Mba Wie,aku posting disini aja ya...

Bahan :
1/2 kg beras ketan
1/2l santan (pake kara dan sejenisnya juga bolee)
daun salam
1 batang serai,memarkan
daun pisang untuk membungkus

Isi :
250 gr fillet ayam, lebih enak kalo bagian dada..ukuran,terserah :).rebus,cincang/suwir-suwir
daun salam
daun jeruk
200ml santan
garam secukupnya
1sdm asam jawa
minyak untuk menumis

Bumbu halus :
8 siung bawang merah
4 siung bawang putih
5 butir kemiri sangrai
1 sdm ketumbar sangrai
1sdt jintan,sangrai
1 sdm gula pasir (atau sesuai selera)

Cara:
- Rendam beras ketan kurleb 1-2 jam, cuci bersih,tiriskan lalu kukus kira2 15 menit,angkat. Rebus santan bersama daun salam,serai dan garam, masukkan ketan yang telah dikukus lalu aroni sampai seluruh santan dihisap oleh ketan, angkat, bagi 2
- Isi : panaskan minyak, tumis bumbu halus sampai harum. Masukka santan,ayam,daun salam,daun jeruk,air asam. Masak hingga santan kering.Angkat
-Siapkan loyang, olesi dengan minyak ,tuang setengah bagian ketan,ratakan. Lalu tuang isi,ratakan dan tutup dengan setengah bagian sisa ketan.Potong-potong bujur sangkar,ukuran sesuai selera. Ambil daun pisang dengan ukuran sesuai potongan lemper,bungkus.
- Cara membungkus sesuai selera :)

Wednesday, August 16, 2006

CINTA..


Nyanyi lagi yuuuk....Lagi inget sama moment di foto ini,waktu masih pada langsing :)

Lagi..lagi..lagi..Neng jatuh cinta sama Aa..ehmmm* maluuu mode on*

CINTA- by Melly & KD


Menatap jalan yang menjauh
Tentukan arah yang ku mau
Tempatkan aku pada satu
Peristiwa yang membuat hati lara

Di dekat engkau aku tenang
Sendu matamu penuh tanya
Misteri hidup akan kah menghilang
Dan bahagia di akhir cerita

Cinta tegarkan hatiku
Tak mau sesuatu merenggut engkau
Naluriku berkata
Tak ingin terulang lagi
Kehilangan cinta hati
Bagai raga tak bernyawa

Aku junjung petuamu
Cintai dia yang mencintaiku
Hati yang dulu belayar
Kini telah menepi
Bukankah hidup kita
Akhirnya harus bahagia

Cinta
Biar saja ada
Yang terjadi biar saja terjadi
Bagai manapun hidup
Memang hanya cerita
Cerita tentang meninggalkan dengan ditinggalkan
Cinta….

Friday, August 11, 2006

Pager

Sore tadi,di perjalanan pulang dari 'ngantor' telepon bimbit saya berbunyi,sebuah sms masuk..Tiba-tiba saya teringat dengan alat komunikasi tahun 96-97, saat saya masih lucu-lucunya jadi mahasiswa..hehe..

Pager,telepon umum dan wartel..Trio andalan saya,apalagi sebagai anak kost.
Buat yang pertama,sampai sekarang saya masih inget ID pager saya : 59706.Almarhum Bapak yang beliin si motorola kecil ini. Gara-garanya tempat kost saya yang segede asrama bercat seperti stasiun kereta Gondangdia di Jalan Pinang itu jumlah kamarnya ada 98 tapi fasilitas telponnya cuma semata wayang :)
Jadi tergantung nasib banget deh bisa terima telpon masuk,apalagi di waktu malam dan pagi dimana hampir semua anak kost ada di rumah...

Kalau jaman sekarang mau kirim pesan pendek,tinggal ketak-ketik di henpon.Kalau waktu itu, ya lewat pager.Nelpon ke operator, sebutin ID dan pesannya, lalu si operator yang akan nerusin pesan kita ke pager ..Pesan standar yang biasa saya terima malam-malam : "Telpon ke Cirebon", maka saya akan langsung ngacir ke telepon umum atau wartel.Jaman itu, baru ada 2 wartel di sepanjang Margonda, dan cihui banget buat antri nunggu giliran KBUnya kalo pas peak hours. Telpon umum kartu?? Sama juga langkanya.Kalaupun ada, seringkali rusak.
Jaman itu, di beberapa kost-kostan gede diberi privilage fasilitas telpon umum kartu di dalam kost-kostannya. Gara-gara sering nebeng nelpon di kost-kost an Anu di pinggiran Margonda,saya jadi pernah ngeliat pemandangan horor pagi-pagi.Siapakah seorang laki-laki muda yang keluar dari kamar kost putri dengan rambut basah sehabis mandi ??? Mungkinkah kakaknya yang nge-kost disitu kebelet numpang mandi disono :)