Sunday, April 30, 2006

May Day

Postingan ini dibuat bukan dalam rangka memperingati Hari Buruh Sedunia..

1 Mei 2006, tepat 5 tahun kami bermukim di negeri jiran ini.Tepatnya suami saya sih,karena saya saat itu baru menyusul 25 hari kemudian..

Intinya mah gak nyangka, udah melewati angka satu pelita tinggal disini, mengingat 6 bulan pertama yang penuh dengan air mata..Air mata kangen sama orang tua, kangen sama jajanan pinggir jalan,kesepian di rumah dan air mata kebingungan mau masak apa..

Ah..ah..ah..Sekarang?? Alhamdulillah udah mulai bisa menikmati kehidupan disini..Dibilang betah hmmm..bisa juga,karena kalau liburan lebih dari seminggu ke kampung halaman,saya malahan suka kangen sama Singapur. Kangen rumah kotak yang tak berpintu belakang dan tak berhalaman..Kangen sama ber BMW ( bus, mrt and walking), dan olala..kangen sama Prata! Dan terlebih lagi, saya kangen sama teman-teman disini..Ibu-ibu yang penuh dengan kehebohan,baik hati,dan jagoan :)

Bisa jadi yang terakhir saya sebutkan inilah yang bikin hati saya tertinggal di pulau kecil ini..Entah sampai kapan..
Tapi menghadapi pertanyaan : " Mau menetap terus di Singapur,ya?", hati kecil saya menggeleng..
Home Sweet Home, saya tetap punya keinginan untuk kembali ke kampung halaman,suatu saat nanti...



Tuesday, April 18, 2006

HUJAN

Singapura diguyur hujan. Sudah seminggu lebih,hampir setiap sore selalu hujan..Berhubung saya duduk seharian di dalam ruangan,kadang tak terasa kalau di luar sedang hujan.Baru kalau kedengaran suara petir menyambar-nyambar saya sadar kalau di luar sedang turun hujan..

Kalau melihat hujan, saya teringat masa kecil..Jika akan turun hujan, maka anak-anak kecil akan 'menyanyikan' bait ini :

" Hujan sing gedhe, gajahe mlayu-mlayu " ( Hujan turunlah lebat, gajahnya berlarian..)

Kalau dipikir-pikir sih syair itu gak nyambung ya artinya, gak tau tuh siapa yang bikin..hehe..
Lalu,entah siapa yang mengomandoi, anak-anak seumur akan 'turun' ke jalan di depan rumah, lalu bermain hujan-hujan. Terkadang Mamah melarang,tapi sering juga membiarkan saya bermain hujan-hujanan..Senangnyaa..

Sebelum turun hujan, biasanya saya taruh ember-ember di halaman rumah, untuk menampung air hujan. Lalu nanti air-air di ember itu saya gunakan untuk menyiram tanaman jika hujan sudah reda.. Padahal kalau sekarang dipikir-pikir, lha tanamannya kan abis diguyur hujan :)
Seneng aja sih, bisa nyiram pake air gratisan..hehehe

Ada satu peristiwa ketika hujan yang bikin saya sedih, masih teringat sampai sekarang..Waktu itu kira-kira saya kelas 1 SD,pohon delima yang tumbuh di halaman depan baru pertama kali berbuah. Buahnya saya eman-eman, saya bungkus pake kertas koran. Rencananya sore itu mau dipetik karena buahnya sudah memerah dan 'mletak', menandakan sudah matang. Tapi keburu turun hujan. Jadi saya pikir, nanti saja saya petik kalau hujan sudah reda.Lalu saya tinggal tidur siang. Begitu bangun,hujan sudah reda,tapi..ohh..tapi buah delimanya ada yang mencuri :((
Iiih..sebel banget rasanya..Saya pun menangis..Walaupun saat itu Mamah bilang buah delimanya bisa dibeli nanti di pasar, tapi tetep aja tak tergantikan dengan buah delima yang hilang itu..:(

Kini di negeri jiran,dimana saya tinggal di rumah tak berhalaman, saya membayangkan bagaimana Iffah bisa main hujan-hujanan dengan asyiknya??
Turun ke bawah blok lalu main hujan-hujanan di car park? ?Wah..wah..bisa-bisa saya dilaporkan polisi karena karena tetangga saya mungkin menyangka saya sedang menghukum Iffah :(

Mungkin anak-anak disini jadi gak 'suka' hujan, karena lagu yang diajarkan adalah " Rain-rain go away, come again on other days",selain hampir gak pernah tahu : asiknya main hujan-hujanan...