Tuesday, December 27, 2005



Sunday, December 25, 2005



RUJAK ACEH

Resep : Femina, dengan modifikasi
Bahan :
1 buah Bengkuang ukuran kecil,serut
4 buahMangga kweni,serut
4 buah Jambu air,potong tipis
1 buah Wortel, serut
1 buahMentimum, iris tipis
(buah-buahan lain seperti nanas,delima,kedondong bisa ditambahkan sesuai selera)
Kuah:
10 buah cabe rawit
200 gr gula jawa
50 gr gula pasir
1,5 sdt garam
2 sdm air asam jawa
1/2 sdt terasi
150gr kacang tanah tanpa kulit,goreng
350ml air panas
3 sdm cuka
Cara membuat:
* Haluskan cabai,gula jawa,gula pasir,garam dan terasi. Tambahkan kacang tanah goreng,tumbuk halus
* Campur bumbu halus bersama bahan rujak. Tambahkan air,aduk-aduk hingga buah mengeluarkan air
*Simpan dalam kulkas
*Sajikan dingin-dingin..slrrp



Saturday, December 24, 2005
Jengkol vs Jenggot
Another salah sambung story..
Setelah satu minggu kabita sama resep Balado Jengkol yang diposting Rani,akhirnya tercapai juga *malumalu mode on*
Pagi ini setelah menghabiskan semangkok bubur ayam bandung di ronde pertama, selanjutnya berlanjut dengan si jengki di ronde kedua 1.5 jam berikutnya..hehehehe...ternyata ooh ternyata...nikmaaaaaaaad si jengki berselimutkan sambal balado dengan sepiring nasi panas..:)
Datang Iffah,kemudian terjadilah percakapan ini..
Iffah : "Ibu makan apa"
Ibu : " Makan jengkol" sambil seu-hah-seu hah kepedesan
Iffah : "Ooh..jengkol.." pegang-pegang dagunya
Saya masih gak ngerti apa yang sedang dipikirkan Iffah..Tetap lanjut mengganyang si jengki
Iffah : "Jengkol...Dagu..Jengkol.." sekarang sambil memegang dagu saya
Saya masih gak ngeh juga.. Iffah kemudian mendekat ke ayah yang sedang tiduran di karpet
Iffah : " Jengkol ini,Bu..."sambil memegang dagu Ayah
Ibu : " Ooooo...itu JENGGOT sayaaaang...Hihihihi..Bukan jengkol " nyengir
Huehuehue..Jaooh atuh Neng, Jengkol vs Jenggot..
Moral of the story : Jangan malu-malu buat makan jengkol..Jengkol itu uenaaak..Heheheh
Setelah satu minggu kabita sama resep Balado Jengkol yang diposting Rani,akhirnya tercapai juga *malumalu mode on*
Pagi ini setelah menghabiskan semangkok bubur ayam bandung di ronde pertama, selanjutnya berlanjut dengan si jengki di ronde kedua 1.5 jam berikutnya..hehehehe...ternyata ooh ternyata...nikmaaaaaaaad si jengki berselimutkan sambal balado dengan sepiring nasi panas..:)
Datang Iffah,kemudian terjadilah percakapan ini..
Iffah : "Ibu makan apa"
Ibu : " Makan jengkol" sambil seu-hah-seu hah kepedesan
Iffah : "Ooh..jengkol.." pegang-pegang dagunya
Saya masih gak ngerti apa yang sedang dipikirkan Iffah..Tetap lanjut mengganyang si jengki
Iffah : "Jengkol...Dagu..Jengkol.." sekarang sambil memegang dagu saya
Saya masih gak ngeh juga.. Iffah kemudian mendekat ke ayah yang sedang tiduran di karpet
Iffah : " Jengkol ini,Bu..."sambil memegang dagu Ayah
Ibu : " Ooooo...itu JENGGOT sayaaaang...Hihihihi..Bukan jengkol " nyengir
Huehuehue..Jaooh atuh Neng, Jengkol vs Jenggot..
Moral of the story : Jangan malu-malu buat makan jengkol..Jengkol itu uenaaak..Heheheh



Thursday, December 22, 2005
B A H A S A
Mungkin ini hanya masalah kebiasaan..Dan saya pun tak hendak menyombongkan bangsa saya lebih baik dibandingkan dengan bangsa yang lainnya..
Hanya saja saya bersyukur bahwa selain diajarkan bahasa Indonesia yang mengenal majas amelioratif (bener gak namanya? )-gaya bahasa penghalusan- juga di beberapa bahasa daerah dikenal "tingkatan bahasa" untuk orang berbeda yang diajak berbicara..
Misalnya untuk kalimat " Permisi,saya mau kencing" maka lebih baik jika disampaikan dengan kata "Permisi, saya mau ke belakang"..
Atau untuk kata "makan" dalam bahasa sunda..Saya akan digaplok kalo saya menggunakan kata "madang" ketika berbicara dengan orang tua..Maka saya harus menggunakan kata "tuang" untuk arti yang sama..
Repot? Sebenarnya tidak..Jika kita mau belajar,maka akan disadari betapa khasanah bahasa kita sangat kaya sekali dan 'enak didengar'..
Sekali lagi, ini menurut saya yang dibesarkan di lingkungan yang berbeda dengan lingkungan saya tinggal sekarang ini..
Suatu waktu ketika kami berada pada suatu kegiatan..Saat itu kami sedang sarapan bersama..Teman kamar kami sepertinya kebelet untuk buang air besar.Kemudian dia minta kunci kamar hotel yang dipegang oleh ibu mertua saya..Dia berkata :" Mane kunci??Ai nak B**RAK"....
Halaaaah...l$%^&*#
Langsung membuat ibu mertua saya tak ingin meneruskan sarapannya..:)
Atau kata "melahirkan" ..Telinga rasanya 'geli' ketika teman saya yang orang sini menyebutnya dengan kata "beranak",ketika dia bercerita si anu baru saja melahirkan..Yaaa..bener sih..melahirkan itu beranak..Tapi ketika dia mengucapkan kata "beranak" kok ya saya jadi kepikiran kucing :)
Hmmm..apa daya..
Ada pepatah "Dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung"..itu berarti saya kudu maklum kalo teman atau tetangga saya menggunakan bahasa yang tidak terlalu nyaman di telinga (dan kadang-kadang dihati juga)..
Eky,makasih udah ikutan repot googling buat nyari istilah amelioratif..awas kalo salah,lo..:)
Jeng Sur,Jeng Sit,Jeng Er, kalo kita sering dituduh bekerja sebagai PLRT sama orang sini,apa itu karena bahasa yang salah yaaa...
Ya naseeb..ya naseeb :)
Hanya saja saya bersyukur bahwa selain diajarkan bahasa Indonesia yang mengenal majas amelioratif (bener gak namanya? )-gaya bahasa penghalusan- juga di beberapa bahasa daerah dikenal "tingkatan bahasa" untuk orang berbeda yang diajak berbicara..
Misalnya untuk kalimat " Permisi,saya mau kencing" maka lebih baik jika disampaikan dengan kata "Permisi, saya mau ke belakang"..
Atau untuk kata "makan" dalam bahasa sunda..Saya akan digaplok kalo saya menggunakan kata "madang" ketika berbicara dengan orang tua..Maka saya harus menggunakan kata "tuang" untuk arti yang sama..
Repot? Sebenarnya tidak..Jika kita mau belajar,maka akan disadari betapa khasanah bahasa kita sangat kaya sekali dan 'enak didengar'..
Sekali lagi, ini menurut saya yang dibesarkan di lingkungan yang berbeda dengan lingkungan saya tinggal sekarang ini..
Suatu waktu ketika kami berada pada suatu kegiatan..Saat itu kami sedang sarapan bersama..Teman kamar kami sepertinya kebelet untuk buang air besar.Kemudian dia minta kunci kamar hotel yang dipegang oleh ibu mertua saya..Dia berkata :" Mane kunci??Ai nak B**RAK"....
Halaaaah...l$%^&*#
Langsung membuat ibu mertua saya tak ingin meneruskan sarapannya..:)
Atau kata "melahirkan" ..Telinga rasanya 'geli' ketika teman saya yang orang sini menyebutnya dengan kata "beranak",ketika dia bercerita si anu baru saja melahirkan..Yaaa..bener sih..melahirkan itu beranak..Tapi ketika dia mengucapkan kata "beranak" kok ya saya jadi kepikiran kucing :)
Hmmm..apa daya..
Ada pepatah "Dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung"..itu berarti saya kudu maklum kalo teman atau tetangga saya menggunakan bahasa yang tidak terlalu nyaman di telinga (dan kadang-kadang dihati juga)..
Eky,makasih udah ikutan repot googling buat nyari istilah amelioratif..awas kalo salah,lo..:)
Jeng Sur,Jeng Sit,Jeng Er, kalo kita sering dituduh bekerja sebagai PLRT sama orang sini,apa itu karena bahasa yang salah yaaa...
Ya naseeb..ya naseeb :)



Sunday, December 18, 2005
Belajar dari Mamah

Adalah kesabaran..
Adalah ketegaran..
Adalah kesetiaan..
Belajar dari Mamah..
...adalah kerja keras
...adalah cinta untuk selalu memberikan yang terbaik
untuk kami,anak-cucunya..
menjelang hari Ibu,2005
kangen,Mah...
kangen pergi bareng ke pasar naek becak..
kangen makan sayur cucut buatan Mamah..
kangen sama baju-baju cantik jahitan Mamah
muka Mamah makin keriput
tapi Mamah tetap yang paling cantik buatku..
selamanya..



Monday, December 12, 2005
B A K S O

Setting:
Sore-sore midang di teras rumah di Cirebon, sambil nunggu bakso Pak'e yang wong Solo itu lewat..
Tok..tok..tok..suara kentongan dari dongdangan bakso.."Mang..Mang..Baksonya satu mangkok ya..Pake suun.."
Ternyata ooh ternyata:
Jam 3 sore mandengin kompie di depan kantor, ribuan kilometer dari Cirebon..Dengan rasa perut seperti diaduk-aduk karena siangnya makan dengan Roti Prata dan nyicip sedikit nasi goreng ikan bilis yang dipesen Mbak Damar..
Huaaaa....
Gak apa-apa..masih bisa diakali..Untung di friser masih ada bakso hasil berburu di Batam..Trus,masih ada krupuk aci kiriman mamah yang digoreng kemaren sama Mbak Yana..Masih ada Teh Botol Sosro di kulkas (oooh..tinggal tersisa 2 sajah..hiks..)..Dan juga masih punya daging tetelan untuk kuah baksonya..
Siip..deh
"Mbak Yana...tolong buatin kuah bakso,yak..Sekalian rebusin suunnya "
Dan sekarang semuanya sudah pindah ke perut saya..kenyaaang...Alhamdulillah..
Beginilah 'derita' tekawe,yang lidahnya susah untuk bertukar citarasa...:)



Sunday, December 11, 2005
Sirloin Steak

Kalo postingannya sering memuat tentang makanan mohon dimaklumi,karena yang punya blog ini doyan makan...hihihi..Sahabat saya punya 'moto': "Diet dimulai dari besok"..maka demikian pula saya..:)
Udah lama banget gak bikin Sirloin Steak ini..Setahun yang lalu, waktu masih tinggal di Pasir Ris, pernah beberapa bulan hampir setiap wiken bikin sirloin steak...Daaan...hasilnya?? Kolesterol si Aa langsung melewati batas atas :((
Kalo makan sekali-sekali mah gak 'dosa' kali yeee...Dah kangen pengen bikin ini..
Resepnya nemu di majalah Femina edisi jaman jebot..Berhubung dah ilang resepnya,jadi pakai ilmu kira-kira aja yak..
Bahan :
-Beef Sirloin, pilih yang banyak gajihnya..hehehe
-Ulsalted butter secukupnya untuk memanggang
-Sedikit bawang putih, haluskan
-Mayo
Saus perendam:
- Kecap inggris
- Merica
- Air jeruk lemon
- Mustard
- Garam
- Air
Cara pembuatan
-Rendam beef sirloin bersama saus perendam kira-kira 1 jam-an sampai bumbu meresap
-Setelah meresap,panaskan butter di atas wajan anti lengket (kalok bisa yang ceper),panggang daging (tingkat kematangan disesuaikan dengan selera)
-Angkat daging jika sudah matang,letakkan di piring
- Pada wajan sisa memanggang,tumis bawang putih yang sudah dihaluskan.Tumis sampai harum, masukkan mayo..aduk-aduk..
-Siram saus ini di atas daging.
Pelengkap:
-Sayur-sayuran : wortel,brokoli,dll.Rebus..Lengkapi dengan salad dressing
-Kentang goreng
-Saos botolan
-Minuman coke
Baru deh,sesudah makan inget kolestrol lagi...hehehe



Thursday, December 08, 2005



Tuesday, December 06, 2005
Kangennyaaa ama jajanan ini

Krupuk sambel asem...
hmm..seger... Sambelnya pedes-asem dgn wangi terasi
Tapi harusnya, si takir dari pincukan daun pisang,dan krupuknya pake krupuk melarat..
Apadaya..Yang ada di lemari Doraemon, tempat nyimpen persediaan sembako cuma ada krupuk mie..
Dan pincuknya cukup dari kertas nasi sajah :)
Kalo di Cirebon, bibi yang jualan jajanan ini akan 'ngider' keliling kampung bawa dagangannya dari bakul bambu yang digendong dan dijinjing. Isinya gak cuma krupuk sambel asem sajah..Tapi juga ada bubur lemu (bubur sumsum), bubur biji salak,jajanan pasar aneka rupa (candil,klepon,gethuk,dll)
Huaaaa...kangennya diriku..
Count down ah.. 24,23,22..
Cirebon, I am coming..Insya Allah :)



Monday, December 05, 2005
Belajar dari Abdullah bin Umi Maktum
Abdullah bin Ummi Maktum,seorang sahabat di jaman Rasulullah adalah seorang yang buta penglihatan dan juga miskin.Tapi dengan 'keterbatasan' fisiknya ini dianggap bukan sebagai kekurangan,tetapi sebagai kelebihan yang dengannya dia berujar untuk bertekad :" Mata yang buta ini akan mengantarkan saya ke surga-Nya "
Abdullah bin Ummi Maktum,walaupun buta dan miskin,tapi semangatnya untuk mengenal Islam tidak pernah pudar.Hari-harinya selalu dipenuhi dengan mendatangi majelis Rasulullah, menyimak dan menghapal Al Quran. Dialah juga sang muadzin ketika fajar menyingsing..
Mendengar keutaman tentang orang-orang yang syahid berperang di jalan Allah,maka Abdullah bin Ummi Maktum juga merindukan kesempatan itu.Pada kemenangan perang Qadisiyah yang dibayar dengan darah dan jiwa ratusan syuhada,terdapat sang syahid, Abdullah bin Ummi Maktum,sang pembawa bendera kaum muslimin..
Saya, anda..yang pernah mengeluh akan 'kekurangan' yang Allah karuniakan kepada kita,mungkin saatnya kita bercermin pada Abdullah bin Ummi Maktum..
La Tahzan,janganlah bersedih...
Tidak ada sesuatupun yang diciptakan Allah dengan sia-sia..Jadikanlah 'kekurangan' yang kita miliki itu sebagai sesuatu yang akan mengantarkan kita ke surga..
Walaupun dengan tertatih tatih,bertambal sulam maupun carut marut karena hati yang bergelombang untuk bisa menerima 'kekurangan' itu dengan lapang..
Abdullah bin Ummi Maktum,walaupun buta dan miskin,tapi semangatnya untuk mengenal Islam tidak pernah pudar.Hari-harinya selalu dipenuhi dengan mendatangi majelis Rasulullah, menyimak dan menghapal Al Quran. Dialah juga sang muadzin ketika fajar menyingsing..
Mendengar keutaman tentang orang-orang yang syahid berperang di jalan Allah,maka Abdullah bin Ummi Maktum juga merindukan kesempatan itu.Pada kemenangan perang Qadisiyah yang dibayar dengan darah dan jiwa ratusan syuhada,terdapat sang syahid, Abdullah bin Ummi Maktum,sang pembawa bendera kaum muslimin..
Saya, anda..yang pernah mengeluh akan 'kekurangan' yang Allah karuniakan kepada kita,mungkin saatnya kita bercermin pada Abdullah bin Ummi Maktum..
La Tahzan,janganlah bersedih...
Tidak ada sesuatupun yang diciptakan Allah dengan sia-sia..Jadikanlah 'kekurangan' yang kita miliki itu sebagai sesuatu yang akan mengantarkan kita ke surga..
Walaupun dengan tertatih tatih,bertambal sulam maupun carut marut karena hati yang bergelombang untuk bisa menerima 'kekurangan' itu dengan lapang..



Friday, December 02, 2005
Fragmen pada Sebuah Malam
Miris rasanya hati melihat tayangan di TV, berita seorang anak perempuan berumur 8 tahun di daerah Bekasi yang disiksa oleh orang tua angkatnya.Konon rumah itu 'berkedok' sebagai yayasan yang ternyata 'bisnis'nya adalah perdagangan bayi dan anak..
Ismi,si gadis kecil , badannya penuh luka dan parut.Giginya ompong,kepalanya penuh pitak bekas luka,dan matanya sembab karena sering dipukuli..Saat digrebek,Ismi ditemukan di kamar mandi,dalam keadaan mulut diselotip dan kedinginan karena telanjang tak berbaju..
Arrrghhh...
Orang-orang itu...kemana hati nurani mereka?? Tidakkah mereka membayangkan,bagaimana jika masa kecil dahulu mereka mengalami penganiayaan seperti Ismi??Atau mungkin mereka sendiri adalah 'produk' yang dibesarkan dengan kekerasan?? Karena konon katanya,anak yang dibesarkan dengan kekerasan akan tumbuh menjadi pribadi yang penuh kebencian dan balas dendam..
Dan peristiwa penganiayaan anak terjadi di depan mata saya tadi malam..
Sepulang kerja, saya pergi ke supermarket di sebuah mall dekat apartemen tempat kami tinggal..
Masuk kesana,saya menuju bagian sayur-sayuran..Terkejut saya melihat seorang ibu,berkerudung juga seperti saya, tengah memarahi anaknya yang kira-kira berusia7 tahun..
Dan tidaaak !!!..Tangan si Ibu tiba-tiba melayang ke pipi gadis kecil bertubi-tubi..Ibu itu menamparnya berkali-kali,menjambak rambutnya dan mencubiti lengan anak itu..
Saya terpana..Tulang saya serasa dilucuti dari daging melihat adegan itu..Seorang Auntie bermata sipit mendekati si Ibu, mencoba mencegah si Ibu untuk bertindak kasar lagi..Tapi apa yang terjadi?? Ibu ini malah balik marah kepada si Auntie ini..
Arrrghh..Saya benci berada di tempat itu..Menjadi saksi mata, tapi tanpa bisa berbuat apa-apa untuk mencegahnya..Yang bisa saya lakukan hanya berdoa,supaya Allah segera mengangkat amarah si Ibu itu..Dan lalu cepat-cepat saya pergi ke bagian lain untuk menyelesaikan belanja saya malam itu..
Mungkin gadis kecil itu berbuat kesalahan yang membuat s Ibu naik darah..Tapi duhai Ibu Berkerudung Hitam,gadis kecilmu itu bukanlah musuhmu..Tak bisa kah engkau menasehatinya dengan cara yang baik??
Hmm..di depan umum si Ibu itu tanpa sungkan mempertontonkan kekerasan pada anaknya..Membuat saya jadi berprasangka buruk padanya..Apa yang dilakukannya di dalam rumah jika ia marah pada anak??
Ismi,si gadis kecil , badannya penuh luka dan parut.Giginya ompong,kepalanya penuh pitak bekas luka,dan matanya sembab karena sering dipukuli..Saat digrebek,Ismi ditemukan di kamar mandi,dalam keadaan mulut diselotip dan kedinginan karena telanjang tak berbaju..
Arrrghhh...
Orang-orang itu...kemana hati nurani mereka?? Tidakkah mereka membayangkan,bagaimana jika masa kecil dahulu mereka mengalami penganiayaan seperti Ismi??Atau mungkin mereka sendiri adalah 'produk' yang dibesarkan dengan kekerasan?? Karena konon katanya,anak yang dibesarkan dengan kekerasan akan tumbuh menjadi pribadi yang penuh kebencian dan balas dendam..
Dan peristiwa penganiayaan anak terjadi di depan mata saya tadi malam..
Sepulang kerja, saya pergi ke supermarket di sebuah mall dekat apartemen tempat kami tinggal..
Masuk kesana,saya menuju bagian sayur-sayuran..Terkejut saya melihat seorang ibu,berkerudung juga seperti saya, tengah memarahi anaknya yang kira-kira berusia7 tahun..
Dan tidaaak !!!..Tangan si Ibu tiba-tiba melayang ke pipi gadis kecil bertubi-tubi..Ibu itu menamparnya berkali-kali,menjambak rambutnya dan mencubiti lengan anak itu..
Saya terpana..Tulang saya serasa dilucuti dari daging melihat adegan itu..Seorang Auntie bermata sipit mendekati si Ibu, mencoba mencegah si Ibu untuk bertindak kasar lagi..Tapi apa yang terjadi?? Ibu ini malah balik marah kepada si Auntie ini..
Arrrghh..Saya benci berada di tempat itu..Menjadi saksi mata, tapi tanpa bisa berbuat apa-apa untuk mencegahnya..Yang bisa saya lakukan hanya berdoa,supaya Allah segera mengangkat amarah si Ibu itu..Dan lalu cepat-cepat saya pergi ke bagian lain untuk menyelesaikan belanja saya malam itu..
Mungkin gadis kecil itu berbuat kesalahan yang membuat s Ibu naik darah..Tapi duhai Ibu Berkerudung Hitam,gadis kecilmu itu bukanlah musuhmu..Tak bisa kah engkau menasehatinya dengan cara yang baik??
Hmm..di depan umum si Ibu itu tanpa sungkan mempertontonkan kekerasan pada anaknya..Membuat saya jadi berprasangka buruk padanya..Apa yang dilakukannya di dalam rumah jika ia marah pada anak??







