You orang mane'?
Jeng Surya, kok kita punya pengalaman yang sejenis (lagi) ya..
Setting : MRT EastWest Line-Tanjong Pagar to Tampines, waktu sekitar 18.30pm, 21 September 2005
Saya duduk disamping ibu berkerudung hijau,ras Melayu..Saya tersenyum padanya waktu ibu ini duduk di sebelah saya ketika MRT berhenti di stasiun CityHall.Lepas Bugis,ibu ini mengajak saya bicara..
Ibu Kerudung Hijau (IKH) : You, orang mane'? (mungkin ibu ini tahu saya bukan Malay Singaporean dari cara saya memakai kerudung)
Saya (S) : Orang Indonesia
IKH : Indonesia daripada mane ? (maksudnya,daerah bagian mana?)
S : Jawa
IKH : Ooo..You mau pergi mane sekarang ?
S : Pulang, ke tampines
IKH : Jauhnya you pergi..Majikan tak marah ke'?
S : *nyengir*..berhubung saya ngantuk juga,maka Ibu itu saya tinggal merem..
Makcik..makcik..jangan langsung 'nodong' gitu dong ah..Nasib..nasib secara wajah saya tidak mirip TamBle..huhuhu..
Kejadian seperti ini bukan yang pertama..Pernah waktu saya dirawat di Changi General Hospital, mau pulang ke rumah. Saat itu menunggu suami mengurus administrasi, tiba-tiba saya didekati Makcik Melayu yang keliataannya menjenguk kerabatnya yang sakit di ward yang sama dengan saya. Setelah berbasa-basi tanya sakit yang saya alami, Makcik itu mengeluarkan kalimat pamungkas : " You sedang tunggu majikan ambil ke?"
wakwaaa...
Atau kalau kami sedang jalan bertiga,saya,suami dan Iffah di akhir pekan..Pasti akan banyak pasangan mata yang melihat kami dari ujung rambut sampai ujung kaki. Menebak-nebak apa yang ada dalam pikiran mereka, mungkin mereka berpikir:saya seorang domestic helper sedang jalan dengan 'pacar' orang Bangladesh sambil bawa anak majikan saya yang orang Chinese...
Apa saya harus berdandan menor, menenteng tas LV,sepatu Gucci supaya tidak disangka berprofesi sebagai domestic helper..??
Ah,tidak...Biarkan saja..Wong saya apaa danya gini,kok..
Bagian mendidik Singaporean : not to judge from the cover..taela muluk amat..
Ah,gak apa-apa kok saya disangka seperti sodara-sodara saya yang berprofesi sebagai domestic helper..Walaupun kerja sebagai tukang ceting dan browsing,saya juga TKI,jeh..Passport saja masih,ijo dan sama-sama cari duit di Singapur..
Domestic helper juga profesi yang mulia, jauh-jauh kerja ke negeri orang..'Menggadaikan' nasib karena tak yakin apakah di negeri orang akan menemukan peruntungan yang baik demi cari duit untuk menyekolahkan anak...
Setting : MRT EastWest Line-Tanjong Pagar to Tampines, waktu sekitar 18.30pm, 21 September 2005
Saya duduk disamping ibu berkerudung hijau,ras Melayu..Saya tersenyum padanya waktu ibu ini duduk di sebelah saya ketika MRT berhenti di stasiun CityHall.Lepas Bugis,ibu ini mengajak saya bicara..
Ibu Kerudung Hijau (IKH) : You, orang mane'? (mungkin ibu ini tahu saya bukan Malay Singaporean dari cara saya memakai kerudung)
Saya (S) : Orang Indonesia
IKH : Indonesia daripada mane ? (maksudnya,daerah bagian mana?)
S : Jawa
IKH : Ooo..You mau pergi mane sekarang ?
S : Pulang, ke tampines
IKH : Jauhnya you pergi..Majikan tak marah ke'?
S : *nyengir*..berhubung saya ngantuk juga,maka Ibu itu saya tinggal merem..
Makcik..makcik..jangan langsung 'nodong' gitu dong ah..Nasib..nasib secara wajah saya tidak mirip TamBle..huhuhu..
Kejadian seperti ini bukan yang pertama..Pernah waktu saya dirawat di Changi General Hospital, mau pulang ke rumah. Saat itu menunggu suami mengurus administrasi, tiba-tiba saya didekati Makcik Melayu yang keliataannya menjenguk kerabatnya yang sakit di ward yang sama dengan saya. Setelah berbasa-basi tanya sakit yang saya alami, Makcik itu mengeluarkan kalimat pamungkas : " You sedang tunggu majikan ambil ke?"
wakwaaa...
Atau kalau kami sedang jalan bertiga,saya,suami dan Iffah di akhir pekan..Pasti akan banyak pasangan mata yang melihat kami dari ujung rambut sampai ujung kaki. Menebak-nebak apa yang ada dalam pikiran mereka, mungkin mereka berpikir:saya seorang domestic helper sedang jalan dengan 'pacar' orang Bangladesh sambil bawa anak majikan saya yang orang Chinese...
Apa saya harus berdandan menor, menenteng tas LV,sepatu Gucci supaya tidak disangka berprofesi sebagai domestic helper..??
Ah,tidak...Biarkan saja..Wong saya apaa danya gini,kok..
Bagian mendidik Singaporean : not to judge from the cover..taela muluk amat..
Ah,gak apa-apa kok saya disangka seperti sodara-sodara saya yang berprofesi sebagai domestic helper..Walaupun kerja sebagai tukang ceting dan browsing,saya juga TKI,jeh..Passport saja masih,ijo dan sama-sama cari duit di Singapur..
Domestic helper juga profesi yang mulia, jauh-jauh kerja ke negeri orang..'Menggadaikan' nasib karena tak yakin apakah di negeri orang akan menemukan peruntungan yang baik demi cari duit untuk menyekolahkan anak...



