Thursday, July 28, 2005

27 Juli

Beneran loh...saya bukan simpatisan partai berlambang banteng dalam lingkaran bulat, bener kok...sueeer :p

Lagi gak bisa 'menikmati' angka-angka di monitor karena pms (wanita ooh..wanita)..tiba2 inget kemaren 27 Juli, ingatan langsung melayang ke 9 th yang lalu...hmm..ternyata udah lama banget ya... ooh makes me feel older :p

Waktu itu lagi semester pendek di Salemba, ambil mata kuliah ESDM, Selasa-Kamis-Sabtu..

Hari itu Sabtu, jam 11 beberapa menit sebelum saya berangkat kuliah,seorang teman telpon,katanya massa yang konon simpatisan partai tsb lagi pada kumpul di bawah stasiun Cikini. Teman saya itu bilang,supaya saya jangan turun di Cikini,tetapi di Gambir,terus naek bajaj ke Salemba..
Saya pikir keadaan biasa aja..paling macet biasa karena massa pada kumpul..Tetapi ternyata tidak..Mulai sampai di Manggarai kereta berjalan pelan...Dan dari atas kereta..oooh.......ternyata seraam...Massa berseragam merah banyaak sekali berkumpul di depan sekretariat partai itu. Sesekali terdengar teriakan2.Lalu,polis dan tentara banyak di sekitarnya..

Dari Gambir saya langsung ke kampus Salemba dengan bajaj.Sholat di ARH, terus makan nasi soto yang mangkal di depan kampus. Jam 2 masuk kelas..Menjelang jam 4, tiba-tiba mahasiswa yang di luar kelas berlarian ke dalam kampus..Akhirnya kuliah ESDM dibubarkan lebih awal..Ternyata, kerumunan massa sudah melebar dari Kwitang sampai ke Diponegoro, persis di depan kampus Salemba..
Dari dalam pagar kampus,saya dan teman2 cuma bisa menatap ngeri.Ban-ban dibakar.Massa yang beringas berteriak-teriak..
Waah..langsung cemas deh saat itu..Gak bakalan bisa pulang ke kost-an malan itu karena gak berani keluar pagar kampus..Dan bingung juga,gimana ngasih tau ke Mamah & Bapak di Cirebon kalau I am okay,kalau mereka cemas ngeliat berita di tipi.. soalnya dulu belum jaman pake hp..

Bener aja, sampai malam kami tertahan di kampus..Akhirnya diputuskan saya dan beberapa teman untuk menginap di masjid ARH..Dari dek di lantai 2 masjid,kami cuma bisa menatap sedih kejadian di luar pagar kampus. Gedung di seberang ARH yang sedang dibangun dibakar massa.Sampai akhirnya kami melihat ada 'benda' terbakar yang jatuh ke bawah..Kelihatannya itu manusia :(
Lalu,beberapa mahasiswa FK merawat bbrp mahasiswa yang kepalanya bocor kena botol 'nyasar'...
Duh,perasaan jadi campur aduk..Sedih,takut,cemas.....

Sampai keesokan paginya,akhirnya massa mereda. Mungkin mereka dah capek kali ya.'Ngamuk' semaleman..%^&*$. Akhirnya saya dan beberapa teman yang nge-kost di Depok pulang dengan numpang mobil temen...
Di jalan banyak bangkai2 mobil yang dibakar..Pecahan2 botol...Pagar2 yang ringsek...

Ah..tidakkah mereka berpikir,apakah anarki bisa menyelesaikan masalah??

Thursday, July 21, 2005

Dongeng Ayah

Iffah lagi seneng minta didongening sama Ayah & Ibu. Tapi kala ada Ayah,dia lebih seneng minta didongengin sama Ayah. Mungkin dongeng dari Ayah lebih banyak improvisasinya :p

Kalau Iffah udah bilang : "Ayah,citaaaa.."(maksudnya cerita), itu berarti dia sudah siap minta didongengin. Lalu Iffah akan naik ke tempat tidur, minta dipakein selimut,terus ngedot sebotol susu:p

Ini salah satu dongeng Ayah Minggu malam kemarin..

LITTLE RED RIDDING HOOD ( diadaptasi dari LITTLE RED RIDDING HOOD dari buku Nursery Story yang dikumpulkan oleh Richard Scarry,dengan perubahan disana-sini versi Ayah )

Pada suatu hari, di sebuah hutan hidup seekor anak kucing dan ibunya. Anak kucing ini selalu pake jaket merah yang bertopi, mangkanya dipanggil Little Red Ridding Hood

Suatu hari, Nini Kucing,yang tinggal di hutan yang lain,sakit. Ibu Kucing minta Little Red Ridding Hood untuk menjenguk Nini Kucing dan ngebawain Kueh Lotak ( ini bahasa Iffah buat Chocolate Cereal Milo, makanan kesukaannya). Ibu Kucing berpesan pada Little Red Ridding Hood supaya tidak menengok ke belakang di dalam perjalanan.

Di tengah jalan, ada suara yang memanggil Little Red Ridding Hood. Setelah menoleh ke arah suara, dilihatnya ada seekor Srigala.
(suara Ayah berubah ketika menjadi Srigala dan Little Red Ridding Hood)

" Hai,siapa nama kamu?", tanya Srigala
" Little Red Ridding Hood", jawabnya
" Kamu mau kemana? ", tanya Srigala
" Aku mau ke rumah Nini, Nini sedang sakit.Ibu minta aku bawain Kueh lotak buat Nini ",jawab Little Red Ridding Hood
"Oh, emang rumah Nini dimana ?", tanya Srigala
"Itu,yang warnanya putih,di tengah hutan", jawab Little Red Ridding Hood
"Ooh,aku tahu rumah itu. Hati-hati ya,salam buat Nini ",kata Srigala

Kemudian Little Red Ridding Hood kembali meneruskan perjalanan menuju rumah Nini.Tanpa sepengetahuan Little Red Ridding Hood, Srigala juga pergi ke rumah Nini,tapi motong jalan.

Sesampainya di depan rumah Nini,Srigala mengetuk pintu.

"Siapa itu", tanya Nini
" Ini aku, Little Red Ridding Hood", jawab Srigala denga suara yang dilembut-lembutkan"
" Oh, masuk saja. Kuncinya ada di atas kusen ", kata Nini.

Masuklah si Srigala. Dan lansung diterkamnya Nini Kucing yang sedang di tempat tidur. Aeeeemmhhh...Kemudian Srigala berbaring di atas tempat tidur Nini, dan berselimut.

Lalu sampailah Little Red Ridding Hood ke rumah Nini. Tapi kemudian dia terkejut melihat Nininya berbeda.

"Lho, kenapa mata Nini besar sekali sekarang",tanya LRRH
" Kan biar semakin baik melihat kamu",jawan Srigala
" Lalu,kenapa suara Nini juga besar sekali",tanya LRRH
" Kan, biar lebih baik lagi alau berbicara dengan kamu", jawab Srigala"
" Eh, lalu kenapa mulut Nini sekarang juga besar sekali",tanya LRRH lagi
" Biar bisa menerkammu.Aaaaem.."

Tapi LRRH sigap,langsung lari ke luar rumah dan berteriak minta tolong.

Setelah lari-lari-lari (ini yang Iffah bilang kalau nyebrang traffic light, sambil mengandeng tangan Ayah,lari-lari kecil), LRRH ketemu sama tukang kayu. Lalu sama tukang kayu,Srigalanya dikampak kepalanya sampai jatuh dan mati. Setelah Srigala mati,perutnya dibelah, eeh Nini Kucingnya masih hidup

(sampai disini Iffah sudah tertidur....)

Karena bingung jalan ke rumah Nini, LRRH minta tolong sama tukang kayu buat nganterin LRRH & Nini. Untung aja tukang kayu bawa hp, iPaq 6365, yang bisa browse www.streetdirectory.com.sg buat ketemu jalan ke rumah Nini
Trus,ketemu deh rumah Nini.Abis itu LRRH kembali pulang ke rumah dengan dianter tukang kayu.

"Terima kasih,Pak ",kata LRRH kepada tukang kayu
----------------------------------dongeng selesai---------------------------------

Thursday, July 14, 2005

B A H A G I A

Nice words that I got from someone this morning....

"Kita akan merasa bahagia jika kita memutuskan untuk menghitung nikmat Allah yang ada pada diri kita, dan kita akan merasa tidak bahagia jika kita memutuskan untuk menghitung nikmat Allah yang ada pada orang lain..."

Wednesday, July 13, 2005

Depok dulu dan sekarang (part2)

(suntuk melototin angka, nostalgia-an lagi aah...)

Bener banget, andai mesin waktunya Doraemon bisa dipinjem,pengen deh balik sebentar ke jaman kuliah-an..
Sampai saat ini, dua masa ja-dul yang berkesan buat saya adalah waktu SMP dan waktu kuliah.Dua masa ini banyak hal yang ngebentuk kepribadian (cieee..)

Balik lagi nostalgia Depok jaman dulu:
  • Margonda gak macet. Bahkan kalo nyebrang di Margonda daerah Kober deket Peach agak keder,soalnya kendaraannya kenceng2.. Bisa menggambarkan kalau th 95-an belum terlalu ramai kendaraan di Margonda..

Ngomong-ngomong tentang kendaraan (baca: angkot), angkot di Margonda ini lincah kayak cica..:) Kalau macet, mereka bisa bermanuver untuk 'jalan' di pinggir (yang notabene adalah buat pejalan kaki or orang nunggu )..Kebayang betenya orang yang lagi nunggu,keganggu sama angkot yang bermanuver ini..Dan penumpang yang di dalam angkot ini juga harus siap-siap ngerasain 'mulus'nya bahu jalan..

Ngomong-ngomong lagi tentang berkendaraan umum selama jaman kuliah-an, dulu saya suka naek miniarta kalo mau jalan ke Jakarta (baca:Depok adalah Jawa Barat). Miniarta ini jurusan Pasar Minggu-Depok..Waah..gak ada matinya deh Miniarta ini. Ngebutnya jago,meliuk-liuk kesana kemari bikin jantung berolahraga. Bisa ngerem kapan aja dan dimana aja.Kalau mau turun,turunlah selincah dan secepat mungkin, karena abang supir akan secepat-cepatnya tancap gas. Kalau kita labat sedikit saja,maka siap-siap kondektur akan teriak ke supir (sambil gebrak-gebrak pintu mobil) : "Awas-awas...tunggu..tunggu..Ada nenek-nenek dan ibu hamil turun "..weleh $%^&*. Saya pernah punya pengalaman naek miniarta waktu hujan, lampu di mobil itu mati. Abang kondekturnya berkeliling di dalam mobil buat nagihin ongkos,nyelip di antara penumpang yang penuh dengan bawa lilin..hehe..Dan di suatu kesempatan yang lain,sama lagi hujan juga, tangan kiri sang supir megang setir,tangan kanannya narik wiper pake tali....kekeke..emang ajaib deh..:). Dulu ongkos mahasiswa kalo naek miniarta 200 perak saja (tapi siap2 aja ngoto ama kondektur buat nunjukin klo kita emang beneran mahasiswa)

Selain miniarta,ada lagi yang namanya Deborah (keren yak namanya), jurusan Depok-Lebak Bulus..Ini keren2..kadang ada yang digordenin warna pink,kayak gorden kamer penganten..hehehe..

  • Sering mati listrik kalau hujan.

Tingkat dua,saya hijrah kost ke Kukusan Tehnik, dengan motivasi ngiri sama temen2 PPKB (=mahasiswa yang masuk UI dari jalur PMDK,artinya puinteeeerr pisan), IP mereka subhanallah menjulang sekalee(Diah Fit, Dyah Set,Budi,Dini, you are the member....)Mereka ini kebanyakan ngekost di Kukusan..Jadi saya pikir,barangkali dengan pindah kost,IP saya jadi ketularan kinclongnya (belakangan tidak terasa korelasinya,malahan saya jadi tambah ndut karena kebanyakan tidur di kost,habis Kukusan sunyiiii sekalee)..

Naah, entah kenapa,di Kukusan kalo hujan,listrik biasanya mati..Suatu saat,kebetulan hujan deraas sekali menjelang UAS. Dan sudah diduga, mati listrik!! Paniklah saya, yang bergaya belajar SKS (sistem kebut semalam)..Untungnya masih ada persediaan lilin..Jadi semaleman saya belajar dibawah penerangan lilin..Besok paginya,listrik masih belum nyala,persediaan air di tangki kost habis, jadi ke kampus buat ujian tanpa mandi!!!

Gak cuma listrik, telpon kost juga edang eling suaranya di Kukusan ini..Mana susah bener buat terima telpon di kost. Baru aja telpon ditutup, udah berdering lagi telpon buat anak kost yang laen..

Kukusan juga punya aroma yang khas :aroma sapi..hehe..Apalagi kost putri Giyani letaknya persis di depan kandang sapi...Jadi kalau jemur cucian,biarpun cuciannya udah direndem dengan pewangi molto tetep aja kalau kering baunya aroma sapi..:)..Oiya,waktu di Kukusan saya langganan susu sapi murni..Pagi-pagi sebelum berangkat kuliah nyruput susu sapi murni dulu..hhmmm..sedaaaap

Di Kukusan harga makanan relatif lebih miring dibandingkan Margonda.Dulu kalau beli makanan suka ke kantin Green,Elka, atau warteg di belakang pagarUI..Kalau males keluar,tinggal pesen nasi goreng pake kornetnya Mba Ros (yang jaga kost Giyani)..atau kalau Mba Ros gak ada?? Tinggal keluarkan stock khasnya anak kost :Pop Mie..

(lanjut lagi....disambi bikin laporan konsolidasi 1st half 2005..hiks...)

Depok dulu dan sekarang (part1)

Terinspirasi oleh postingan para emak di www.indosing-mums@yahoogroups.com plus ngegossip rame2 kemaren sore di YM yang pada bernostalgia jaman moedanya waktu kuliah di Depok, jadi pengen ngelanjutinnya disini..(padahal lagi banyak kerjaan di kantor..tapi bener-bener gak tahan buat nulis pagi ini..hehe)

Depok dulu (th'95-an) dan sekarang bener-bener banyak perbedaannya..
Depok jaman dulu :
  • Cuma ada 2 supermarket, Hero dan Ramanda. Berhubung kantong anak kost nge-pas, lebih suka belanja ke Ramanda..Kalau belanja lama milihnya, milih harga yang paling murah plus kalau bisa yang berhadiah. Misalnya, beli susu milihnya susu bendera, detergent So Klin instead of Rinso atawa Attack..hehe..Paling demen kalau ditengokin Mamah-Bapak dari Cirebon,selain puas-puasin ngajak makan di warung-warung makan yang susah terjangkau kantong anak kost, mereka pasti saya ajak ke Ramanda buat belanja bulanan (bahkan sering buat stock berbulan-bulan)..dan enaknya uang bulanan gak dipotong sama belanjaan ini (hehe..dasar otak anak kost)
  • Cuma ada satu klinik di sepanjang Margonda ( yg di deket Jl Haji Mahali-Kober) dan 1 RS (RS Bhakti Yudha). Pernah suatu ketika saya sakit, demam dan muntah-muntah. Berhubung waktu itu hari Minggu,dan lagi gak ada dokter jaga,maka oleh temen kost saya dibawa ke RS Bakti Yudha.. dan voila....saya diperiksa di ruangan UGD dimana di sebelah tempat tidur saya berbaring ada seorang korban kecelakaan lalu lintas dengan darah mengucur dimana-mana..Huaaaaaa...:(
  • Wartel cuma ada satu di sebelah warung gado-gado Ummi..Waktu itu belum jamannya HP, jadi saya sering banget ke Wartel itu pagi-pagi,sebelum jam 6, biar dapet diskon 75% buat nelpon ke Cirebon..Th 96 mulai ada telpon kartu yang dipasang di kost-an2, salah satunya di kost-an saya,Wisma Karunia-Jalan Pinang( yang berkapasitas 98 kamar kost,dengan warna cat kost-an orange campur pink persis spt warna cat stasiun kereta Gondangdia, dulu kost sebulan 125 rebu,dengan kamar mandi di dalem yang cuma ngepas buat naro badan ,closet n sebuah ember doang). Naah, berhubung yang ngantri telepon kartu di kost saya buaanyak, mangkanya saya sering nebeng nelpon di kost-an putri lain di pinggir jalan Margonda.. Hehee..tapi banyak pemandangan 'horor' yang saya lihat di kost-an putri ini.. Detail story not to be disclosed, seperti kata Iif,mungkin yang saya lihat ini adalah pasangan suami-istri..:)
  • Tempat fotocopy masih berapa gelintir..Dulu favorit saya dan beberapa temen adalah Aladdin sama Buring.Apalagi setelah krismon 98,harga buku melambung gila-gilaan,maka ngopy text book adalah the only choice..Tapi abang tukang copy di Depok punya kreativitas yang tinggi buat bikin text book foto copy-an tetep menarik. Jilidan hard copy nya rapih dan warna-warninya menarik..Oh iya, satu hal yang berbeda dari foto copy-an before and after krismon selain harganya adalah baunya. Yak, benar..bau minyak tanah yang menyengat..:)
  • Harga makanan yang terjangkau (buat anak kost). Jaman th 95, sepiring lontong sayur lengkap dengan telor dan tahu yang mangkal pagi-pagi di Jalan Pinang cuma serebu perak (plus krupuk aci merahnya yang buanyaaaak). Nasi uduk dengan semur tahu dan tempe di warung Pak Pung cuma 500 perak.Kalau baru dapet kiriman bulanan bisa beli gado-gado Bu Ummi,seporsi 2000 perak (bumbu gado-gadonya leker, ditambah taburan kata-kata sayang dari teteh yang ngulek gado-gado)..Soto ayam Cak Wir deket Gun-Dar Margonda plus nasi dan es jeruk cuma 2000 perak.Makanan di kantin FE juga gak kalah enak dan terjangkaunya (lebih murah KanSas or BalSem siih...). Ada tongseng ,soto madura, sate ayam,nasi goreng,roti bakar coklat-kejunya Opik,siomay,jus blewah...hmm..

(to be continued..gawe dulu..hehe..)

Anson House, 13 July 2005,10.06am. Kangen Depok tak terkira....